Google, Facebook, Microsoft, serta Amazon Kritikan Kebijaksanaan Trump Masalah TKA

Posted on

Kebijaksanaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang batasi tenaga kerja asing (TKA) untuk kerja Amerika Serikat, mendapatkan tanggapan keras dari perusahaan raksasa tehnologi negeri Paman Sam itu. Facebook, Google, Microsoft, serta Amazon ramai-ramai mengomentari kebijaksanaan yang mulai diputuskan tempo hari (22/6/2020) itu.

Dalam kebijaksanaan itu, Trump larang seputar 525.000 orang untuk masuk AS, termasuk juga 170.000 masyarakat negara asing (WNA) yang sudah menggenggam green card yang dilarang masuk AS semenjak April 2020.

Tetapi, kebijaksanaan ini tidak berlaku pada TKA yang telah mempunyai visa kerja. Trump beralasan, kebijaksanaan ini untuk selamatkan tenaga kerja domestik yang sedang kesusahan untuk memperoleh pekerjaan sebab virus corona Covid-19.

Dikutip CNet, Juru Bicara Amazon menyebutkan kebijaksanaan pemerintah salah sebab menahan pekerja karieronal yang mempunyai kekuatan tinggi, berperan dalam pemulihan ekonomi AS yang sedang tersuruk.

Google, Facebook, Microsoft, serta Amazon Kritikan Kebijaksanaan Trump Masalah TKA

“Kami mengucapkan terima kasih pada karyawan Amazon yang tiba dari penjuru dunia ke AS untuk bereksperimen dalam produk serta service baru buat konsumen setia kami,” terangnya.
Kritikan keras dikirimkan faksi Google. CEO Google, Sundar Pinchai, berasumsi, imigran bukan hanya menyebabkan terobosan tehnologi serta membuat usaha dan pekerjaan baru dan juga membuat bertambah Amerika.

“Sedih dengan maklumat ini hari – kami tetap akan dengan imigran serta kerja untuk memperlebar peluang buat semua,”
kata Sundar Pinchai, melalui account Twitter.
Chief Counsel Microsoft, Brad Smith menjelaskan saat ini bukan saatnya untuk mengadu domba bangsa dari bakat dunia atau membuat
ketidaktetapan serta kegundahan.

“Imigran mainkan peranan utama di perusahaan kita serta memberikan dukungan infrastruktur gawat negara kita. Mereka berperan pada negara ini di saat kita benar-benar memerlukannya,” tuturnya.

Disamping itu, Facebook menjelaskan informasi Trump coba manfaatkan epidemi untuk batasi imigrasi tapi akan membuat pemulihan ekonomi negara semakin susah.

Menurut dia, Amerika Serikat ialah negara tempat bekumpulnya beberapa masyarakat negara lain (multination) serta negara ekonomi. Penting, menurut dia, Amerika Serikat diuntungkan dengan hal tersebut.
“Pemegang visa yang benar-benar trampil mainkan peranan penting dalam menggerakkan pengembangan di Facebook serta di organisasi di semua
negeri serta itu ialah suatu hal yang perlu kita dorong, bukan awasi,” tegasnya.

(sz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *